Saturday, May 23, 2015

Pengkayaan Minyak Cumi pada Artemia Sp Hp. 08111908208 dan 0852.6435.6110


PENGARUH PENGKAYAAN MINYAK CUMI PADA Artemia spp.
 TERHADAP TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN
LARVA KEPITING BAKAU(Scylla paramamosain)
 STADIA MEGALOPA SAMPAI CRAB


Fajar Nurcahya Dwi Putra, Muhammad Arief, Boedi Setya Rahardja


Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga 

Kampus C Mulyorejo – Surabaya, 60115 Telp. 031-5911451



ABSTRAK 



    Pembenihan kepiting bakau terdapat beberapa masalah yang dihadapi, salah satunya 
adalah rendahnya tingkat kelangsungan hidup dan ketahanan terhadap stres pada stadia larva yang disebabkan rendahnya mutu pakan yang diberikan sehingga nutrisi pakan tidak tercukupi pada pemeliharaan. Pakan larva kepiting bakau adalah Artemia spp. Kurangnya kandungan asam lemak pada Artemia spp. tidak mencukupi kebutuhan nutrisi pakan larva kepiting bakau. Meningkatkan kandungan asam lemak pada Artemia spp. diperlukan bahan pengkaya salah satunya adalah minyak cumi. 

  Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pengkayaan Artemia spp. dengan 
minyak cumi dan mengetahui dosis yang optimal untuk pengkayaan Artemia spp. menggunakan minyak cumi sebagai pakan alami larva kepiting bakau (S. paramamosain) stadia megalopa sampai crab untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan. Penelitian dilakukan di Unit Pengolahan Budidaya Laut Probolinggo.

 Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan.Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah benih kepiting bakau stadia megalopa sebanyak 600 ekor; cyste Artemia spp.; kuning telur; dan minyak cumi. 

Penelitian ini menggunakan lima perlakuan dan empat ulangan. 
Perlakuan antara lain A (Artemia spp. sebagai kontrol ), 
B (Artemia spp. yang diperkaya kuning telur ayam dosis 0,63 g/L), 
C (Artemia spp.yang diperkaya minyak cumi dosis 0,3 g/L dan kuning telur ayam dosis 0,63 g/L )
D (Artemia spp. yang diperkaya minyak cumi dosis 0,6 g/L dan kuning telur ayam dosis 0,63 g/L)
(Artemia spp. yang diperkaya minyak cumi dosis 0,9 g/L dan kuning telur ayam dosis 0,63 g/L). 

Parameter utama adalah tingkat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan bobot spesifik harian,dan pertumbuhan lebar karapaks benih kepiting bakau. Parameter penunjang adalah suhu, oksigen terlarut, salinitas, pH, dan ammonia. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan D berbeda nyata (p<0,05) dengan 
menghasilkan tingkat kelangsungan hidup tertinggi dengan rata–rata (88,33 %).
 Perlakuan D (0,6 g/l) menghasilkan laju pertumbuhan harian dan pertumbuhan lebar karapas rata-rata tertinggi (8,802 %) dan (2,452 mm). Kualitas air pada media pemeliharaan adalah suhu 29-310 C, pH 7-8, oksigen terlarut 4 mg/l, salinitas 15-20 ppt, dan amoniak 0-0,25 mg/l. 

KATA KUNCI : Larva kepiting bakau, pengkayaan Artemia spp. dan minyak cumi. 





Minyak Cumi

Minyak Cumi Merk CUMI 168  mempunyai manfaat antara lain :
1.  Merangsang nafsu makan benur, nener, udang dan ikan
2.  Mempercepat pertumbuhan ikan dan udang
3. Mempersingkat lamanya pemeliharaan udang dan ikan
4.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat pergantian air
5.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat hujan terus menerus
6.  Dapat digunakan sebagai campuran pembuatan pelet untuk makanan ikan, udang dll


Assalamualaikum Gathering Kavling menunggu situasi ya *Info Kavling Beringin Putih Indonesia :* https://youtu.be/mOgJOx80euk https://beringinputihindonesia.com/elementor-158/ https://agroberinginputih.blogspot.com/p/kavling-beringin-putih-indoneaia.html Whatsapp : Wa.me/628111908208 Peluang Syirkah Ternak : http://www.beringinputihindonesia.com

No comments:

Post a Comment