Saturday, May 23, 2015

Pemakaian Minyak Cumi Pada Udang Hp. 0852.6435.6110 dan 08111908208


Hp. 0852.6435.6110 dan   0852.1079.2168




Pemakaian Minyak Cumi pada Udang  pada lahan 1 ha (empang)

- Persiapan Lahan saat lahan masih kering Campurkan 50kg pupuk TSP dengan 2 liter minyak cumi biarkan selama 1 jam, lalu taburkan dilahan yang kering biarkan selama 2 - 3 hari.

 - Masukkan 1 botol minyak cumi pada saat ketinggian air 1/3 kolam atau empang pada air pasang pertama

- Masukkan 1 botol minyak cumi pada saat ketinggian air 1/2 kolam atau empang pada air pasang kedua

 - Masukkan 1 botol minyak cumi pada saat ketinggian air mencapai 10% batas atas kolam atau empang pada air pasang ketiga

- Untuk pemberian pakan harian, setiap 1 kg pakan udang diberikan 4 tutup botol minyak cumi
Pada lahan semi intensif campurkan pakan udang dengan minyak cumi pada pagi dan malam hari
Pada lahan intensif, campurkan pakan udang dengan minyak cumi pada pagi, sore dan malam hari



Minyak Cumi Merk CUMI 168  mempunyai manfaat antara lain :
1.  Merangsang nafsu makan benur, nener, udang dan ikan
2.  Mempercepat pertumbuhan ikan dan udang
3. Mempersingkat lamanya pemeliharaan udang dan ikan
4.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat pergantian air
5.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat hujan terus menerus
6.  Dapat digunakan sebagai campuran pembuatan pelet untuk makanan ikan, udang dll
BeringinPutih >
Assalamualaikum Gathering Kavling menunggu situasi ya *Info Kavling Beringin Putih Indonesia :* https://youtu.be/mOgJOx80euk https://beringinputihindonesia.com/elementor-158/ https://agroberinginputih.blogspot.com/p/kavling-beringin-putih-indoneaia.html Whatsapp : Wa.me/6281 Peluang Syirkah Ternak : http://www.beringinputihindonesia.com

Pemberian Pakan Buatan Bagi Benih Ikan Betutu Hp. 08111908208 dan 0852.6435.6110

PEMBERIAN PAKAN BUATAN BAGI BENIH IKAN BETUTU, 
Oxyeleotris marmorata (BLKR.) 
Feeding with Artificial Feed on Sand Goby, Oxyeleotris marmorata (Blkr.), Fry 



A.O. Sudrajat1) & I. Effendi1) 

1)

 Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan 
Institut Pertanian Bogor, Kampus Darmaga, Bogor 16680, Indonesia 


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk pakan dan sumber protein dari pakan buatan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan betutu, Oxyeleotris marmorata (Blkr.). Rancangan faktorial dengan 2 faktor, bentuk pakan (pelet basah dan pelet kering) dan sumber protein (ikan, cumi dan udang) digunakan dalam penelitian ini. Ikan diberi pakan 7% bobot badan basah yang diberikan dalam 3 kali per hari. Ikan yang diberi pakan dengan kombinasi bentuk pelet basah dan sumber protein udang (pelet basah-udang) menunjukkan kelangsungan hidup, pertumbuhan, efisiensi pemberian pakan dan retensi protein terbaik dari perlakuan lainnya.Udang dan cumi dapat digunakan sebagai sumber protein utama dalam pakan buatan untuk ikan betutu. Pakan buatan untuk benih ikan betutu disarankan mengandung atraktan dan memiliki stabilitas dalam air yang tinggi.

Kata kunci : Pemberian pakan, pakan buatan, ikan betutu, Oxyeleotris marmorata, benih. 


PENDAHULUAN 



Ikan betutu, Oxyeleotris marmorata (Blkr.), merupakan jenis ikan yang baru dibudidayakan di Indonesia. Ikan ini disukai sebagai ikan konsumsi, merupakan komoditas ekspor, sehingga mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi. Weber & Beaufort (1953) menyatakan bahwa ikan betutu yang dikenal juga dengan marbled goby atau sand goby, banyak terdapat di perairan umum air tawar dan estuari di Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Penangkapan secara intensif di perairan umum guna memenuhi permintaan pasar, telah menyebabkan ketersediaan ikan betutu semakin berkurang. Benih yang berasal dari hasil penangkapan 
di alam seringkali tidak sesuai dengan jumlah, kualitas dan jadwal yang dibutuhkan kegiatan budidaya.Tingkat kematian yang tinggi dan pertumbuhan yang lambat merupakan kendala dalam memproduksi benih ikan betutu. Belum diketemukannya pakan yang sesuai dan disukai bagi ikan betutu merupakan beberapa penyebab kendala tersebut diatas.

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan betutu yang diberi pakan buatan. Retensi protein dan lemak dalam tubuh benih ikan betutu serta efisiensi pemberian pakan juga dievaluasi. Pakan buatan yang diberikan 
dibedakan bentuk dan sumber proteinnya. 



BAHAN DAN METODE 

 Persiapan Wadah dan Pengadaan Benih 

Wadah pemeliharaan benih berupa akuarium kaca yang bervolume 40 l air. Sebelum digunakan akuarium didisinfeksi dengan kalium permanganat (PK) dan dibiarkan selama 48 jam untuk membunuh bibit penyakit. Benih ikan betutu (4,63-5,50 g/ekor) yang digunakan dalam percobaan ini berasal dari pembenihan yang dilakukan sendiri. 

 Pemeliharaan Benih 

Benih betutu dipelihara dengan kepadatan 1 ekor/akuarium. Selama masa pemeliharaan media diaerasi secara terus-menerus. Kotoran yang berada di dalam akuarium dibersihkan dengan cara disifon, dan air diganti sebanyak 50% setiap hari. Ke dalam setiap akuarium ditempatkan 2 unit pelindung (shelter) yang terbuat dari plastik gelombang berukuran 10x28 cm. Pemeliharaan benih dilakukan di Laboratorium Sistem dan Teknologi Budidaya Perairan Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Bogor. 


Pakan dan Pemberian Pakan 

Pakan yang diuji adalah pakan buatan berupa pelet kering (dry pellet) dan pelet basah/pasta (moest pellet). Sumber protein utama kedua pakan tersebut adalah ikan, cumi-cumi dan rebon. Kombinasi bentuk dan sumber protein pakan tersebut di atas adalah sebagai 
berikut; ikan-kering (pelet kering dengan sumber protein utama berasal dari ikan), ikan-pasta (pelet pasta dengan sumber protein utama berasal dari ikan), cumi-kering, cumi-pasta, rebon-kering dan rebon pasta. Setiap perlakuan diulang tiga kali. Pelet kering dan basah memiliki kandungan proteinyang sama yaitu sebesar 40% berat kering dengan kalori-protein rasio sekitar 8. Sumber protein utama menyumbang sebanyak 60% kepada total protein 
pakan. Bahan yang digunakan dalam pembuatan peletadalah tepung cumi, tepung ikan, dan tepung udangrebon sebagai sumber protein; tapioka sebagai sumber karbohidrat; minyak ikan dan minyak jagung sebagai lemak; dan selulosa karboksimetil (CMC) sebagai bahan pengikat



HASIL DAN PEMBAHASAN 


Hasil 

Kelangsungan Hidup 
Kelangsungan hidup benih ikan betutu setelah diberi pakan buatan selama lima minggu disajikandalam Tabel 4. Benih yang diberi pakan segar berupa cincangan mantel ikan cumi-cumi segar mati total sebelum akhir pemeliharaan, sedangkan yang diberi pakan buatan berupa pelet kering atau pelet basah (pasta) dengan sumber protein utama masing-masing 
berasal dari ikan, cumi atau rebon umunya dapat hidup sampai akhir pemeliharaan. 

 Pertumbuhan 
Bobot benih ikan betutu pada setiap pengamatan disajikan dalam Tabel 5. Bobot rata-rata individu umumnya menurun pada akhir percobaan. Pada benih ikan betutu yang diberi pakan buatan jenis rebon-kering, rebon-pasta, dan cumi-kering bobot benih cenderung meningkat pada akhir percobaan. Bobot rata-rata individu tersebar diperoleh pada benih yang diberi pakan rebon pasta yakni sebesar 9,98 g. 
Laju pertumbuhan harian individu pada setiap periode pengamatan disajikan dalam Tabel 6. Pada periode pemeliharaan sampai dengan minggu ke dua laju pertumbuhan individu benih umumnya mulai menurun. Laju pertumbuhan harian individu rata-rata benih ikan betutu yang diberi pakan butan cumi-kering dan rebon-pasta memiliki laju pertumbuhan yang lebih besar. Laju pertumbuhan harian individu rata-rata selain yang diberi pakan cumi kering dan rebon-pasta bernilai negatif. 


Benih ikan betutu yang diberi pakan buatan bentuk pasta dengan sumber protein utama berasal dari udang rebon (rebon-pasta) cenderung memiliki pertumbuhan dan kelangsungan hidup, retensi protein, retensi lemak, dan efisiensi pemberian pakan yang lebih baik daripada benih yang diberi pakan rebon-kering, ikan-kering, ikan-pasta, cumi-kering, cumi pasta, dan cumi segar.Benih ikan betutu dapat memakan pakan buatan dalam bentuk pelet kering maupun pasta. 

Pakan buatan bagi benih ikan betutu disarankan mengandung attractant dan memiliki water stability yang tinggi. Rebon dan cumi dapat dijadikan sebagai sumber protein utama dalam penyusunan pakan buatan untuk ikan betutu selain juga berfungsi sebagai sumber attractant



Minyak Cumi

Minyak Cumi Merk CUMI 168  mempunyai manfaat antara lain :
1.  Merangsang nafsu makan benur, nener, udang dan ikan
2.  Mempercepat pertumbuhan ikan dan udang
3. Mempersingkat lamanya pemeliharaan udang dan ikan
4.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat pergantian air
5.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat hujan terus menerus
6.  Dapat digunakan sebagai campuran pembuatan pelet untuk makanan ikan, udang dll


Assalamualaikum Wr Wb Gathering Kavling menunggu situasi ya *Info Kavling Beringin Putih Indonesia :* https://youtu.be/mOgJOx80euk https://beringinputihindonesia.com/elementor-158/ https://agroberinginputih.blogspot.com/p/kavling-beringin-putih-indoneaia.html Whatsapp : Wa.me/628111908208 Peluang Syirkah Ternak : http://www.beringinputihindonesia.com

Pengkayaan Minyak Cumi pada Artemia Sp Hp. 08111908208 dan 0852.6435.6110


PENGARUH PENGKAYAAN MINYAK CUMI PADA Artemia spp.
 TERHADAP TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN
LARVA KEPITING BAKAU(Scylla paramamosain)
 STADIA MEGALOPA SAMPAI CRAB


Fajar Nurcahya Dwi Putra, Muhammad Arief, Boedi Setya Rahardja


Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga 

Kampus C Mulyorejo – Surabaya, 60115 Telp. 031-5911451



ABSTRAK 



    Pembenihan kepiting bakau terdapat beberapa masalah yang dihadapi, salah satunya 
adalah rendahnya tingkat kelangsungan hidup dan ketahanan terhadap stres pada stadia larva yang disebabkan rendahnya mutu pakan yang diberikan sehingga nutrisi pakan tidak tercukupi pada pemeliharaan. Pakan larva kepiting bakau adalah Artemia spp. Kurangnya kandungan asam lemak pada Artemia spp. tidak mencukupi kebutuhan nutrisi pakan larva kepiting bakau. Meningkatkan kandungan asam lemak pada Artemia spp. diperlukan bahan pengkaya salah satunya adalah minyak cumi. 

  Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pengkayaan Artemia spp. dengan 
minyak cumi dan mengetahui dosis yang optimal untuk pengkayaan Artemia spp. menggunakan minyak cumi sebagai pakan alami larva kepiting bakau (S. paramamosain) stadia megalopa sampai crab untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan. Penelitian dilakukan di Unit Pengolahan Budidaya Laut Probolinggo.

 Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan.Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah benih kepiting bakau stadia megalopa sebanyak 600 ekor; cyste Artemia spp.; kuning telur; dan minyak cumi. 

Penelitian ini menggunakan lima perlakuan dan empat ulangan. 
Perlakuan antara lain A (Artemia spp. sebagai kontrol ), 
B (Artemia spp. yang diperkaya kuning telur ayam dosis 0,63 g/L), 
C (Artemia spp.yang diperkaya minyak cumi dosis 0,3 g/L dan kuning telur ayam dosis 0,63 g/L )
D (Artemia spp. yang diperkaya minyak cumi dosis 0,6 g/L dan kuning telur ayam dosis 0,63 g/L)
(Artemia spp. yang diperkaya minyak cumi dosis 0,9 g/L dan kuning telur ayam dosis 0,63 g/L). 

Parameter utama adalah tingkat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan bobot spesifik harian,dan pertumbuhan lebar karapaks benih kepiting bakau. Parameter penunjang adalah suhu, oksigen terlarut, salinitas, pH, dan ammonia. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan D berbeda nyata (p<0,05) dengan 
menghasilkan tingkat kelangsungan hidup tertinggi dengan rata–rata (88,33 %).
 Perlakuan D (0,6 g/l) menghasilkan laju pertumbuhan harian dan pertumbuhan lebar karapas rata-rata tertinggi (8,802 %) dan (2,452 mm). Kualitas air pada media pemeliharaan adalah suhu 29-310 C, pH 7-8, oksigen terlarut 4 mg/l, salinitas 15-20 ppt, dan amoniak 0-0,25 mg/l. 

KATA KUNCI : Larva kepiting bakau, pengkayaan Artemia spp. dan minyak cumi. 





Minyak Cumi

Minyak Cumi Merk CUMI 168  mempunyai manfaat antara lain :
1.  Merangsang nafsu makan benur, nener, udang dan ikan
2.  Mempercepat pertumbuhan ikan dan udang
3. Mempersingkat lamanya pemeliharaan udang dan ikan
4.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat pergantian air
5.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat hujan terus menerus
6.  Dapat digunakan sebagai campuran pembuatan pelet untuk makanan ikan, udang dll


Assalamualaikum Gathering Kavling menunggu situasi ya *Info Kavling Beringin Putih Indonesia :* https://youtu.be/mOgJOx80euk https://beringinputihindonesia.com/elementor-158/ https://agroberinginputih.blogspot.com/p/kavling-beringin-putih-indoneaia.html Whatsapp : Wa.me/628111908208 Peluang Syirkah Ternak : http://www.beringinputihindonesia.com

Pengaruh Minyak Cumi Pada Umpan Bubu Dasar Terhadap hasil Tangkapan Ikan Karang Hp.08111908208 dan 0852.6435.6110


Pengaruh Minyak Cumi Pada Umpan Bubu Dasar 
terhadap hasil  Tangkapan Ikan Karang




Emile Reppie

Staf Pengajar Pada Program Studi Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan 
Fakultas Perikanan dan dan Ilmu Kelautan UNSRAT, Manado


Pendahuluan

     Bubu Dasar merupakan salah satu alat tangkapyang umum digunakan oleh masyarakat nelayan untuk menangkap ikan ikan karang, karena konstruksinya sederhana, relatif murah dan mudah diopersikan dengan kapal atau perahu ukuran kecil. Sayangnya. praktek pengoperasian bubu tradisional biasanya bersifat merusak, dimana nelayan menutup alat tangkap dengan patahan karang hidup untuk menarik ikan target

    Fokus utama untuk memahami proses tertangkapnya ikan adalah tertuju pada umpan dan bagaimana komposisi kimianya yang merangsang ikan untuk makan, kemudian penglihatan dan penampilan fisik yang dapat menstimulasi respon positif atau negatif terhadap alaat tangkap. Pemberian ekstrak berupa minyak cumi pada umpan, diduga dapat meningkatkan fishing power dari alat tangkap bubu dasar. Namun informasi ilmiah seperti ini, khususnya pada ikan ikan karang, belum banyak tersedia bahkan masih sulit untuk diperoleh. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh minyak cumi pada umpan bubu dasar terhadap hasil tangkapan ikan ikan karang dan mengindentifikasi jenis jenis ikan yang tertangkap

Metodelogi Penelitian

    Penelitian ini dilakukan di Perairan  Selat Bangka Kabupaten Minahasa Utara Propinsi Sulawesi Utara pada bulan Juli sampai Agustus 2010yang didasarkan pada metode eksperimental (Nasir 1999)
Bahan dan alat yang digunakan terdiri dari : alat tangkap bubu 6 unit, perahu bermotor 1 unit, umpan ikan malalugis 60 ekor,  larutan minyak cumi 1 botol, bahan bakar bensin dan oli, 2 buah alat suntik ekstrak dan alat tulis menulis

    Alat tangkap bubu yang digunakan terbuat dari bambu dengan kerangka besi, berdimensi 120x60x30 cm dan pintu masuk yang terbuat dari jaring PE 380 x D/12 ukuran mata 1,25 inci
Tiga unit bubu menggunakan umpan malalugis yang yang diberikan atau disuntikkan larutan minyak cumi. Sedangkan tiga unit bubu lainnya menggunakan umpan malalugis tanpa larutan minyak cumi


Kesimpulan

   Penggunaan larutan minyak cumi pada umpan bubu dasar, berpengaruh terhadap hasil tangkapan. Ikan ikan yang tertangkap umumnya didominasi oleh jenis jenis ikan karang.  Metode Penangkapan ikan karang ini layak diterapkan pada masyarakat nelayan, terutama yang biasa menggunakan karang hidup untuk menutup atau menyamarkan alat tangkap bubu sebagai shlter


Sumber : Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis






Minyak Cumi

Minyak Cumi Merk CUMI 168  mempunyai manfaat antara lain :
1.  Merangsang nafsu makan benur, nener, udang dan ikan
2.  Mempercepat pertumbuhan ikan dan udang
3. Mempersingkat lamanya pemeliharaan udang dan ikan
4.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat pergantian air
5.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat hujan terus menerus
6.  Dapat digunakan sebagai campuran pembuatan pelet untuk makanan ikan, udang dll
Assalamualaikum Gathering Kavling menunggu situasi ya *Info Kavling Beringin Putih Indonesia :* https://youtu.be/mOgJOx80euk https://beringinputihindonesia.com/elementor-158/ https://agroberinginputih.blogspot.com/p/kavling-beringin-putih-indoneaia.html Whatsapp : Wa.me/628111908208 Peluang Syirkah Ternak : http://www.beringinputihindonesia.com

Friday, May 22, 2015

Pemakaian Minyak Cumi dan Minyak Kedelai pada Juvenil Kepiting Bakau Hp. 08111908208, 0852.6435.6110 dan 0852.1079.2168


PENGARUH PROPORSI MINYAK CUMI DAN MINYAK KEDELAI SEBAGAI SUMBER LEMAK DALAM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN JUVENIL KEPITING BAKAU



Oleh 

Muhammad Marzuqi, Ibnu Rusdi, Nyoman Adiasman Giri, dan Ketut Suwirya


Pengantar

Kepiting Bakau ternasuk jenis krustasea bernilai tinggi karena harga cukup tinggi dan mempunyai prospek untuk dibudidayakan ditambak.  Usaha pengembangan budidaya di tambak masih terbatas dan pada umumnya masih menggunakan juvenil dari alam yang jumlahnya masih berfluktuasi. Untuk mendapatkan juvenil dari alam masih mengalami kesulitan, untuk itu perlu dilakukan usaha pembenihan kepiting untuk menghasilkan juvenil berkualitas dan tidak bergantung pada musim

Pembenihan Kepiting bakau telah dirintis dan berhasil memproduksi juvenil dalam jumlah dan ukuran yag seragam. Untuk mendukung keberhasilan ini perlu dilakukan pengembangan pakan. Sampai saat ini belum tersedia pakan buatan yang sesuai untuk budidaya.Untuk meningkatkan pertumbuhan dalam pemeliharaan juvenil kepiting ini, masih menggunakan ikan segar yang masih tergantung pada musim

Upaya peningkatan pertumbuhan dengan menggunakan pakan buatan telah dirintis. beberapa hasil penelitian telah memperlihatkan bahwa protein, lemak dan vitamin C dalam pakan merupakan nutrien penting untuk menunjang pertumbuhan juvenil kepiting bakau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa juvenil kepiting dapat merespon pakan buatan dengan baik. Kebutuhan protein juvenil kepiting sekitar 45% (Giri et al.. 2002), Lemak 9 12 % (Giri et al.. 2003 dan vitamin C 12 ‐ 24 mg per 100 gram pakan (Suwirya et al.. 2003)

Kebutuhan lemak dalam pakan merupakan hal yang penting untuk diketahui. Lemak berfungsi sebagai sumber energi dan membantu penyerapan mineral mineral tertentu. serta vitamin yang larut dalam lemak : A, D, E dan K. Nilai Gizi lemak dipengaruhi oleh kandungan asam lemak. Diantara sumber lemak hewani dan nabati yang merupakan asam lemak yang penting untuk meningkatkan pertumbuhan bagi beberapa jenis iakan dan krustasea adalah minyak cumi dan minyak kedelai 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan sumber lemak hewani dan nabati dalam pakan terhadap pertumbuhan juvenil kepiting bakau.  Dalam penelitian ini lemak hewani yang digunakan adalah 
minyak cumi dan lemak nabati yang digunakan adalah minyak kedelai


Bahan dan Metode
:
Hewan uji yang digunakan dalam penelitian  adalah juvenil kepiting bakau dari hasil pembenihan di Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut Gondol. Sebelum digunakan untuk penelitian, semua juvenil dipelihara dalam bak fiber  bervolume 3 ton dan diadaptasikan dengan pakan buatan. Proporsi minyak cumi dan miyak kedelai yang ditambahkan dalam pakan adalah  12%:0%, 9%:3%, 6%:6%, 3 %:9 %, 0%:12%. Pemberian pakan dilakukan pada pagi dan sore hari dengan jumlah diseduaikan dengan respon juvenil kepiting. Jumlah pakan yang diberikan dicatat setiap hari.  Penelitian ini  berlangsung selama  lima minggu dan setiap minggu dilakukan pengamatan berupa pengukuran lebar karapas dan bobot tubuh juvenil kepiting

Kesimpulan

1. Proporsi sumber minyak cumi dan minyak kedelai yang berbeda  dalam pakan berpengaruh terhadap pertumbuhan juvenil kepiting bakau

2. Juvenil kepiting bakau membutuhkan pakan dengan proporsi sumber lemak dari Minyak Cumi dan Minyak Kedelai  sebesar  12%:0% dan 9%:3%,

Copyright 2006 Jurnal Perikanan  All Right Reserved


Assalamualaikum Gathering Kavling menunggu situasi ya *Info Kavling Beringin Putih Indonesia :* https://youtu.be/mOgJOx80euk https://beringinputihindonesia.com/elementor-158/ https://agroberinginputih.blogspot.com/p/kavling-beringin-putih-indoneaia.html Whatsapp : Wa.me/628111908208 Peluang Syirkah Ternak : http://www.beringinputihindonesia.com