PENGARUH PROPORSI MINYAK CUMI DAN MINYAK KEDELAI SEBAGAI SUMBER LEMAK DALAM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN JUVENIL KEPITING BAKAU
Oleh
Muhammad Marzuqi, Ibnu Rusdi, Nyoman Adiasman Giri, dan Ketut Suwirya
Pengantar
Kepiting Bakau ternasuk jenis krustasea bernilai tinggi karena harga cukup tinggi dan mempunyai prospek untuk dibudidayakan ditambak. Usaha pengembangan budidaya di tambak masih terbatas dan pada umumnya masih menggunakan juvenil dari alam yang jumlahnya masih berfluktuasi. Untuk mendapatkan juvenil dari alam masih mengalami kesulitan, untuk itu perlu dilakukan usaha pembenihan kepiting untuk menghasilkan juvenil berkualitas dan tidak bergantung pada musim
Pembenihan Kepiting bakau telah dirintis dan berhasil memproduksi juvenil dalam jumlah dan ukuran yag seragam. Untuk mendukung keberhasilan ini perlu dilakukan pengembangan pakan. Sampai saat ini belum tersedia pakan buatan yang sesuai untuk budidaya.Untuk meningkatkan pertumbuhan dalam pemeliharaan juvenil kepiting ini, masih menggunakan ikan segar yang masih tergantung pada musim
Upaya peningkatan pertumbuhan dengan menggunakan pakan buatan telah dirintis. beberapa hasil penelitian telah memperlihatkan bahwa protein, lemak dan vitamin C dalam pakan merupakan nutrien penting untuk menunjang pertumbuhan juvenil kepiting bakau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa juvenil kepiting dapat merespon pakan buatan dengan baik. Kebutuhan protein juvenil kepiting sekitar 45% (Giri et al.. 2002), Lemak 9 ‐ 12 % (Giri et al.. 2003 dan vitamin C 12 ‐ 24 mg per 100 gram pakan (Suwirya et al.. 2003)
Kebutuhan lemak dalam pakan merupakan hal yang penting untuk diketahui. Lemak berfungsi sebagai sumber energi dan membantu penyerapan mineral mineral tertentu. serta vitamin yang larut dalam lemak : A, D, E dan K. Nilai Gizi lemak dipengaruhi oleh kandungan asam lemak. Diantara sumber lemak hewani dan nabati yang merupakan asam lemak yang penting untuk meningkatkan pertumbuhan bagi beberapa jenis iakan dan krustasea adalah minyak cumi dan minyak kedelai
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan sumber lemak hewani dan nabati dalam pakan terhadap pertumbuhan juvenil kepiting bakau. Dalam penelitian ini lemak hewani yang digunakan adalah
minyak cumi dan lemak nabati yang digunakan adalah minyak kedelai
Bahan dan Metode
:
Hewan uji yang digunakan dalam penelitian adalah juvenil kepiting bakau dari hasil pembenihan di Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut Gondol. Sebelum digunakan untuk penelitian, semua juvenil dipelihara dalam bak fiber bervolume 3 ton dan diadaptasikan dengan pakan buatan. Proporsi minyak cumi dan miyak kedelai yang ditambahkan dalam pakan adalah 12%:0%, 9%:3%, 6%:6%, 3 %:9 %, 0%:12%. Pemberian pakan dilakukan pada pagi dan sore hari dengan jumlah diseduaikan dengan respon juvenil kepiting. Jumlah pakan yang diberikan dicatat setiap hari. Penelitian ini berlangsung selama lima minggu dan setiap minggu dilakukan pengamatan berupa pengukuran lebar karapas dan bobot tubuh juvenil kepiting
Kesimpulan
1. Proporsi sumber minyak cumi dan minyak kedelai yang berbeda dalam pakan berpengaruh terhadap pertumbuhan juvenil kepiting bakau
2. Juvenil kepiting bakau membutuhkan pakan dengan proporsi sumber lemak dari Minyak Cumi dan Minyak Kedelai sebesar 12%:0% dan 9%:3%,
Copyright 2006 Jurnal Perikanan All Right Reserved

No comments:
Post a Comment